Kenapa Air di Lantai 2 Kecil? Ini Solusi dari Tim Teknisi PGP
Air lancar di bawah tapi cuma menetes di atas? Masalah klasik tekanan air. Begini cara tim kami mendiagnosis dan menyelesaikannya.
'Pak, air di lantai bawah deras, tapi di kamar mandi atas cuma netes.' Ini salah satu keluhan paling umum yang kami tangani. Penyebabnya hampir selalu sama: tekanan air tidak cukup untuk mendorong ke ketinggian.
Akar masalahnya: gravitasi
Air dari toren mengalir karena gravitasi. Makin dekat keran dengan ketinggian toren, makin kecil tekanannya. Keran di lantai 2 yang hanya 1–2 meter di bawah toren praktis tidak punya 'dorongan'.
Solusi 1: Booster pump (paling umum)
Pompa booster dipasang di jalur pipa untuk menambah tekanan secara otomatis saat keran dibuka. Ini solusi paling praktis dan tidak perlu mengubah posisi toren. Cocok untuk rumah 2–3 lantai.
Solusi 2: Tinggikan posisi toren
Menaikkan toren 2–3 meter lebih tinggi menambah tekanan alami. Tapi ini butuh struktur penyangga yang kuat dan tidak selalu memungkinkan di semua rumah.
Solusi 3: Sistem pressurized tank
Untuk kebutuhan tekanan stabil di banyak titik sekaligus (misalnya rumah besar atau kos), kombinasi booster + tangki tekan memberi aliran paling konsisten.
Studi kasus: rumah 3 lantai di Kalideres
Pelanggan kami mengeluh shower lantai 3 tidak bisa dipakai. Setelah dicek, toren ada di dak lantai 3 — terlalu dekat. Solusinya kami pasang booster pump inline 200W. Hasilnya shower langsung deras, dan biaya jauh lebih murah daripada membongkar struktur toren.
Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa benam, pompa sumur dalam, pompa sumur bor — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.